Apa yang Terjadi Kalau Charge Laptop Terlalu Lama?

- 30 April 2021, 07:00 WIB
Ilustrasi. Overheating mempengaruhi komponen lain dalam laptop  Selain dapat mengurangi umur baterai, panas dari baterai juga dikhawatirkan dapat mempengaruhi komponen-komponen keras lain dalam laptop.
Ilustrasi. Overheating mempengaruhi komponen lain dalam laptop Selain dapat mengurangi umur baterai, panas dari baterai juga dikhawatirkan dapat mempengaruhi komponen-komponen keras lain dalam laptop. /pixio/


JAKARTA UTARA NEWS - Di era digital ini, laptop menjadi vital untuk mendukung produktivitas kerja sehari-hari. Baik kalangan profesional maupun mahasiswa, laptop sudah menjadi teman yang dapat diandalkan kapan saja dan di mana saja. Sayangnya, masih banyak spAcer yang nggak merawat laptop secara baik dengan melakukan charge laptop terlalu lama walau baterai sudah penuh. Kamu pasti pernah melakukannya, entah saat bekerja di kantor, bermain game, atau sengaja nge-charge laptop semalam suntuk.

Lantas, benarkah cara tersebut dapat merusak perangkat? Tentu saja iya. Supaya lebih jelas, simak ulasannya di sini!

Baterai jadi overheat

Baca Juga: Charher Laptop Otomatis Terputus Jika Baterai Sudah Penuh

Tak bisa dipungkiri bahwa saat ini laptop-laptop keluaran terbaru semakin canggih. Hampir sebagian besar laptop modern saat ini menggunakan teknologi baterai baru seperti baterai lithium ion. Baterai ini kuat dan dapat di-charge ratusan kali tanpa mempengaruhi masa pakai baterai.

Bukan itu saja, ketika baterai sudah dalam keadaan 100% penuh, perangkat secara otomatis dapat memutuskan arus listrik atau arus listrik yang masuk saat baterai penuh jadi nggak berpengaruh lagi. Hal ini karena baterai memiliki komponen internal yang membantu mengontrol tingkat pengisian daya.

Namun, tanpa disadari nyatanya ada bahaya lain yang mengancam. Satu hal yang harus diperhatikan adalah baterai jadi mudah panas saat diisi daya. Termasuk baterai lithium ion ternyata sangat sensitif terhadap panas.

Jika spAcer melakukan charge laptop terlalu lama dan merasakan hawa panas dari perangkat, maka segera cabut charger laptop dan biarkan suhunya turun. Pasalnya, suhu lebih dari 30 derajat Celcius bisa merusak baterai yang pada gilirannya mengurangi masa pakainya secara signifikan. Hal ini telah terungkap dari uji coba baterai yang dilakukan Battery University seperti dikutip dari Guiding Tech.

Penelitian tersebut menunjukkan bahwa melakukan charge laptop hingga 100% penuh dan membiarkannya sampai panas 25 derajat Celcius menyebabkan kapasitas baterai akan menurun sebanyak 20% dalam tiga bulan. Bahkan, baterai yang terisi penuh namun overheating hingga 60 derajat Celcius akan kehilangan kapasitasnya lebih dari 40% dalam waktu tiga bulan.

Halaman:

Editor: H. Attan


Tags

Artikel Terkait

Terkini

X