Kasus Mafia Tanah di Jateng: DPR Minta Kapolri Tindak Tegas Anak Buahnya yang Lindungi Mafia 

- 1 Mei 2021, 22:58 WIB
Anggota Komisi III DPR RI, Santoso saat menerima korban mafia tanah asal enam kabupaten di Jateng.
Anggota Komisi III DPR RI, Santoso saat menerima korban mafia tanah asal enam kabupaten di Jateng. /Jakartautaranews/

 

 

JAKARTA UTARA NEWS - Anggota Komisi III DPR RI, Santoso meminta Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo agar menindak tegas anak buahnya yang main-main dalam menangani kasus penipuan yang diduga dilakukan oleh seorang mafia tanah, Agus Hartono, asal Semarang. Pasalnya, banyak korban yang ditipu dengan gaya mafianya.

Pada kesempatan pertemuan denga Komisi III DPR RI, mereka memberikan informasi bahwa sudah banyak melakukan upaya-upaya hukum, namun Polda Jateng yang menangani kasus penipuan dalam jual-beli tanah di beberapa daerah di Jawa Tengah dinilai tidak fair dan tidak obyektif.

Menurut Santoso, berdasarkan pengakuan 15 korban, apa yang dilakukan oleh Agus Hartono dalam transaksi jual beli tanah senilai total Rp 95 miliar itu mengandung unsur penipuan dan memenuhi unsur pidana.

Baca Juga: Agus Hartono, Sang Mafia Tanah Disinyalir Miliki Tiga e-KTP, Kemendagri Harus Turun Tangan

"Tindakan yang dilakukan saudara Agus Hartono yang melakukan penipuan dalam hal tanah dan bangunan di daerah Jogja, Salatiga, Brebes, Kudus, dan Semarang ternyata yang bersangkutan terbukti bersalah berdasarkan laporan korban," kata Santoso saat menerima 15 korban di Menteng, Jakarta Pusat, Jumat, 30 April 2021.

Menurut politikus Partai Demokrat itu, para korban sudah melaporkan kasus tersebut ke Polda Jawa Tengah. Namun sayangnya, Polda Jateng tidak profesional dalam menangani masalah tersebut.

"Dalam hal ini Agus Hartono jelas bersalah, tapi ia tidak terjerat. Harapan saya agar aparat kepolisian yang bermain main terhadap hukum yang seharusnya memberikan keadilan, bukan melindungi mafia," jelasnya.

Bahkan ada hal yang lebih aneh kata dia yang layak disorot. Polda Jateng malah menetapkan salah satu korban yang melaporkan kasus penipuan tersebut.

Halaman:

Editor: H. Attan


Tags

Artikel Terkait

Terkini

X